Pemanfaatan Lingkungan Sekitar Untuk Media Pembelajaran Matematika
Kegunaan Lidi Dalam Media Pembelajaran Matematika
Bahan:
Lidi
Tujuan:
Pengenalan Bilangan Pada konsep penjumlahan dan pengurangan pada siswa sekolah dasar khususnya kelas 1.
1.Pilih batang lidi yang besar dan kuat
2.Bersihkan lidi yang telah dipilih
3.Celupkan lidi pada cat dengan warna yang kita inginkan agar menarik telihat lebih menarik.
4.Keringkan cat pada lidi sampai kering.
5.Potong batang lidi dengan panjang kira-kira 10 cm sebanyak yang dibutuhkan
Kegunaanya:
Pada saat mata pelajaran matematika dengan meteri penjumlahan dan pengurangan pada kelas 1 dan 2 SD.
Media ini merupakan media tradisional, tetapi masih digunakan walaupun telah bermunculan alat hitung yang menarik yang dikemas jauh lebih menarik seperti sempoa misalnya, harganya lumayan mahal, akan tetapi lidi bisa kita cari di lingkungan sekitar kita dengan harga yang terjangkau bahkan tanpa biaya kita bisa mendapatkannya.
Kegunaan Bambu Dalam Media Pembelajaran Matematika
Bahan:
Bambu
Cat
Tali Plastik
Tujuan:
Untuk Pembuatan Jaring-jaring bangun ruang seperti balok, kubus dan bangun ruang yang lain.
1.Bersihkan bambu yang ingin kita gunakan
2.Beri warna bambu dengan cat sesuai keinginan kita.
3.Potong bambu sesuai ukuran jaring-jaring bangun ruang yang ingin kita buat.
4. Perkuat dengan paku tempat terjadinya penyambungan bambu atau titik sudut bangun ruang dan lilit dengan tali.
Kegunaannya :
Media pembelajaran bangun ruang ini bisa digunakan dalam pembelajaran bangun ruang di SD, SMP, SMA bahkan sampai kuliah. Jika dilihat dari bahan yang digunakan memang murah meriah dan sederhana karena memanfaatkan bahan dari alam dan bisa dibuat oleh tangan kita sendiri walaupun sekarang ini telah banyak media-media pembelajaran bangun ruang yang lebih baik dan praktis.
Jumat, 18 Juni 2010
PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Mengajarkan Matematika dengan memanfaatkan barang bekas sebagai alat peraga bukan lah suatu hal yang sepele, karena penggunaan alat peraga dapat membantu proses pembelajaran. Sebenarnya penggunaan alat peraga dalam pengajaran matematika bukan suatu hal yang baru. Ada beberapa alat peraga yang sudah digunakan oleh guru-guru di sekolah, misalnya beberapa bangun ruang, kerangka bangun ruang, papan berpetak, dan papan berpaku. Namun, yang menarik di sini adalah dia menggunakan barang bekas untuk menciptakan alat-alat peraga tersebut. Barang bekas yang digunakan untuk membuat alat-alat peraga adalah kardus-kardus bekas kemasan, kawat jemuran yang sudah tidak terpakai, sedotan, magnet, dan lain-lain. Selain itu, dia menamai alat-alat peraga tersebut dengan nama yang menarik, misalnya, Balimas, Papan Romantika, Molimama, Klinometer, Tripot Kerangka Bangun Ruang, dan lain-lain. Adalah contoh – contoh alat peraga yang di buat dengan memanfaatkan barang bekas.
Contoh alat peraga yang terbuat dari pemanfaatan barang bekas yaitu :
Balimas (balok limas) merupakan balok yang bisa dibongkar menjadi tiga buah limas. Balimas ini menunjukkan bahwa volume limas sama dengan sepertiga volume balok, bentuk bangun ruang yang unik, sudut dua bidang, dan lain-lain. Balimas ini dapat dibuat hanya dengan menggunakan kardus bekas dan selotip.
Tripot Kerangka Bangun Ruang merupakan alat peraga yang terbuat dari kawat yang dibentuk menjadi sudut dengan tiga buah lengan di mana setiap lengannya dililit dengan menggunakan selotip sehingga sedotan dapat ditancapkan pada tripot kerangka bangun ruang tersebut. Tripot kerangka bangun ruang ini akan menjadi sudut dari sebuah balok, sehingga untuk membentuk sebuah kerangka balok diperlukan delapan buah tripot kerangka bangun ruang dan sedotan yang akan menghubungkan antartripot kerangka bangun ruang tersebut.
Molimama (Motor listrik matematika) merupakan motor listrik yang kumparannya berbentuk segitiga, persegi, persegi panjang, lingkaran, elips, bahkan bentuk yang tidak beraturan. Molimama akan menunjukkan berbagai bentuk benda putar dan irisan dari benda putar tersebut. Di sini akan terlihat bahwa bentuk bidang datar yang berbeda akan menghasilkan bentuk bidang putar yang berbeda juga.
Kotak-kotak bekas sabun, Pepsodent, korek api dan kardus-kardus mie instan lainnya dapat kita gunakan untuk menjelaskan kepada siswa kita tentang bentuk kubus, balok. Dan kaleng-kaleng susu sebagai tabung. Ada pun yang akan di jadikan contoh pemanfaatan barang bekas oleh pemakalah yaitu sebagai berikut :
Pemanfaatan Kardus untuk membuat jaring-jaring Kubus dan balok
1. Alat dan Bahan
Kardus Bekas seperti :
kardus indomie, dan sebagainya
Gunting
Kawat pengikat
2. Langkah-langkah
• Kardus dipotong sesuai dengan sisi-sisi bangun ruang yang akan dibuat jaring-jaringnya .
• Kemudian dilobangkan pinggir-pinggrir setiap potongan kardus .
• Sediakan potongan kawat-kawat pengikat yang kecil .
• Bentuk jaring-jaring bangun ruang dengan cara mengikat pinggir-pinggir sisi yang telah dilobangkan dengan menggunakan kawat pengikat .
• Bentuk jaring-jaring sesuai dengan bangum ruang yang di inginkan.
Apabila kita ingin membentuk jaring-jaring yang baru dari bangun ruang yang sama kita bisa membuka kaawat pengikat pada jaring-jaaring yang telah kita buat untuk membuat jaring-jaring baru dari bangun ruang yang sama.
Siswa dapat melepas setiap kawat yang ada di pinggir jarring-jaring kubus dan membentuk jarring-jaring yang baru yang dapat membentuk kubus. Dalam hal ini di perlukan kelihaian siswa untuk merangkai jarring-jaring yang baru. Tanpa merusak media yang di gunakan oleh para sisiwa.
Penggunaan alat peraga memang bukan hal yang baru, tapi penggunaan barang bekas untuk membuat alat peraga merupakan hal yang baru dan mempunyai banyak keuntungan. Karena dibuat dengan menggunakan barang-barang yang sudah tidak di maanfaatkan lagi, maka bahan-bahan yang digunakan mudah diperoleh dan biaya pembuatannya pun jauh lebih murah. Selain itu, bahan yang mudah diperoleh dan biaya pembuatan yang murah membuka peluang bagi setiap guru untuk bisa memiliki atau membuat sendiri alat-alat peraga tersebut, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk para siswa untuk memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi, yang masih bisa dimanfaatkan untuk membuat alat peraga yang berguna atau dapat membantu proses pembelajaran didalm kelas.
Contoh lain dari pemanfaatan barang bekas yaitu pemanfaatan Batang Korek Api Dan Tutup Botol. Batang korek api dan Tutup Botol digunkan untu memperkenalkan konsep pengenalan bilangan, penjumlahan dan pengurangan bilangan.
Misalnya:
1+2, sebagai seorang kita bisa mengambil 2 tutup botol atau 2 batang korek api dan kemudian mengambil 1 tutup botol atau 1 batang korek api. Kemudian kita gabungkan dan kita hitung jumlahnya setelah ditambahkan . Banyak lagi media yang dapat kita ciptakan dengan memanfaatkan barang bekas, tapi hanya ini yang dapat pemakalah tampilkan.
Mengajarkan Matematika dengan memanfaatkan barang bekas sebagai alat peraga bukan lah suatu hal yang sepele, karena penggunaan alat peraga dapat membantu proses pembelajaran. Sebenarnya penggunaan alat peraga dalam pengajaran matematika bukan suatu hal yang baru. Ada beberapa alat peraga yang sudah digunakan oleh guru-guru di sekolah, misalnya beberapa bangun ruang, kerangka bangun ruang, papan berpetak, dan papan berpaku. Namun, yang menarik di sini adalah dia menggunakan barang bekas untuk menciptakan alat-alat peraga tersebut. Barang bekas yang digunakan untuk membuat alat-alat peraga adalah kardus-kardus bekas kemasan, kawat jemuran yang sudah tidak terpakai, sedotan, magnet, dan lain-lain. Selain itu, dia menamai alat-alat peraga tersebut dengan nama yang menarik, misalnya, Balimas, Papan Romantika, Molimama, Klinometer, Tripot Kerangka Bangun Ruang, dan lain-lain. Adalah contoh – contoh alat peraga yang di buat dengan memanfaatkan barang bekas.
Contoh alat peraga yang terbuat dari pemanfaatan barang bekas yaitu :
Balimas (balok limas) merupakan balok yang bisa dibongkar menjadi tiga buah limas. Balimas ini menunjukkan bahwa volume limas sama dengan sepertiga volume balok, bentuk bangun ruang yang unik, sudut dua bidang, dan lain-lain. Balimas ini dapat dibuat hanya dengan menggunakan kardus bekas dan selotip.
Tripot Kerangka Bangun Ruang merupakan alat peraga yang terbuat dari kawat yang dibentuk menjadi sudut dengan tiga buah lengan di mana setiap lengannya dililit dengan menggunakan selotip sehingga sedotan dapat ditancapkan pada tripot kerangka bangun ruang tersebut. Tripot kerangka bangun ruang ini akan menjadi sudut dari sebuah balok, sehingga untuk membentuk sebuah kerangka balok diperlukan delapan buah tripot kerangka bangun ruang dan sedotan yang akan menghubungkan antartripot kerangka bangun ruang tersebut.
Molimama (Motor listrik matematika) merupakan motor listrik yang kumparannya berbentuk segitiga, persegi, persegi panjang, lingkaran, elips, bahkan bentuk yang tidak beraturan. Molimama akan menunjukkan berbagai bentuk benda putar dan irisan dari benda putar tersebut. Di sini akan terlihat bahwa bentuk bidang datar yang berbeda akan menghasilkan bentuk bidang putar yang berbeda juga.
Kotak-kotak bekas sabun, Pepsodent, korek api dan kardus-kardus mie instan lainnya dapat kita gunakan untuk menjelaskan kepada siswa kita tentang bentuk kubus, balok. Dan kaleng-kaleng susu sebagai tabung. Ada pun yang akan di jadikan contoh pemanfaatan barang bekas oleh pemakalah yaitu sebagai berikut :
Pemanfaatan Kardus untuk membuat jaring-jaring Kubus dan balok
1. Alat dan Bahan
Kardus Bekas seperti :
kardus indomie, dan sebagainya
Gunting
Kawat pengikat
2. Langkah-langkah
• Kardus dipotong sesuai dengan sisi-sisi bangun ruang yang akan dibuat jaring-jaringnya .
• Kemudian dilobangkan pinggir-pinggrir setiap potongan kardus .
• Sediakan potongan kawat-kawat pengikat yang kecil .
• Bentuk jaring-jaring bangun ruang dengan cara mengikat pinggir-pinggir sisi yang telah dilobangkan dengan menggunakan kawat pengikat .
• Bentuk jaring-jaring sesuai dengan bangum ruang yang di inginkan.
Apabila kita ingin membentuk jaring-jaring yang baru dari bangun ruang yang sama kita bisa membuka kaawat pengikat pada jaring-jaaring yang telah kita buat untuk membuat jaring-jaring baru dari bangun ruang yang sama.
Siswa dapat melepas setiap kawat yang ada di pinggir jarring-jaring kubus dan membentuk jarring-jaring yang baru yang dapat membentuk kubus. Dalam hal ini di perlukan kelihaian siswa untuk merangkai jarring-jaring yang baru. Tanpa merusak media yang di gunakan oleh para sisiwa.
Penggunaan alat peraga memang bukan hal yang baru, tapi penggunaan barang bekas untuk membuat alat peraga merupakan hal yang baru dan mempunyai banyak keuntungan. Karena dibuat dengan menggunakan barang-barang yang sudah tidak di maanfaatkan lagi, maka bahan-bahan yang digunakan mudah diperoleh dan biaya pembuatannya pun jauh lebih murah. Selain itu, bahan yang mudah diperoleh dan biaya pembuatan yang murah membuka peluang bagi setiap guru untuk bisa memiliki atau membuat sendiri alat-alat peraga tersebut, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk para siswa untuk memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi, yang masih bisa dimanfaatkan untuk membuat alat peraga yang berguna atau dapat membantu proses pembelajaran didalm kelas.
Contoh lain dari pemanfaatan barang bekas yaitu pemanfaatan Batang Korek Api Dan Tutup Botol. Batang korek api dan Tutup Botol digunkan untu memperkenalkan konsep pengenalan bilangan, penjumlahan dan pengurangan bilangan.
Misalnya:
1+2, sebagai seorang kita bisa mengambil 2 tutup botol atau 2 batang korek api dan kemudian mengambil 1 tutup botol atau 1 batang korek api. Kemudian kita gabungkan dan kita hitung jumlahnya setelah ditambahkan . Banyak lagi media yang dapat kita ciptakan dengan memanfaatkan barang bekas, tapi hanya ini yang dapat pemakalah tampilkan.
Langganan:
Postingan (Atom)
